1. Pendahuluan
Anemia pada kehamilan didefinisikan sebagai kadar hemoglobin kurang dari 11 g/dL dan merupakan salah satu penyebab tidak langsung kematian ibu di Indonesia. Data Riset Kesehatan Dasar menunjukkan prevalensi anemia pada ibu hamil masih berada di kisaran angka yang cukup tinggi, jauh dari target penurunan yang ditetapkan pemerintah. Salah satu strategi utama pencegahan anemia kehamilan adalah pemberian minimal 90 tablet tambah darah (Fe) selama masa kehamilan, yang telah didistribusikan secara gratis melalui program Puskesmas.
Meskipun ketersediaan tablet Fe secara fisik relatif terjamin, angka kepatuhan konsumsi di lapangan masih menjadi tantangan. Berbagai faktor turut memengaruhi kepatuhan, di antaranya efek samping seperti mual dan konstipasi, kurangnya pemahaman mengenai manfaat tablet Fe, hingga lupa mengonsumsi secara rutin. Pengetahuan ibu hamil mengenai pentingnya zat besi bagi pertumbuhan janin dan pencegahan komplikasi kehamilan diduga menjadi determinan penting terhadap perilaku kepatuhan tersebut.
Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini dilakukan untuk mengkaji secara empiris hubungan antara pengetahuan ibu hamil dengan kepatuhan konsumsi tablet Fe di wilayah kerja Puskesmas binaan AKBID WKM, sebagai dasar penyusunan strategi edukasi gizi kehamilan yang lebih efektif.
2. Metode Penelitian
Penelitian menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh ibu hamil trimester II dan III yang terdaftar di dua Puskesmas wilayah binaan pada periode Februari–April 2024. Sampel diambil menggunakan teknik accidental sampling sejumlah 68 responden yang memenuhi kriteria inklusi, yaitu usia kehamilan di atas 13 minggu dan bersedia menjadi responden.
Instrumen pengetahuan berupa kuesioner 15 item yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, mencakup pemahaman tentang manfaat, dosis, cara konsumsi, dan efek samping tablet Fe. Kepatuhan diukur menggunakan kombinasi metode pill count pada kunjungan berikutnya dan wawancara terstruktur mengenai frekuensi konsumsi dalam tujuh hari terakhir. Analisis data menggunakan uji chi-square untuk melihat hubungan antar variabel kategorik dengan tingkat kepercayaan 95%.
3. Hasil Penelitian
Dari 68 responden, sebagian besar berada pada rentang usia 20–35 tahun dengan mayoritas merupakan kehamilan kedua. Distribusi tingkat pengetahuan dan kepatuhan konsumsi tablet Fe disajikan pada tabel berikut.
| Kategori | Patuh | Tidak Patuh | Total |
|---|---|---|---|
| Pengetahuan Baik | 27 (79%) | 7 (21%) | 34 |
| Pengetahuan Kurang | 12 (35%) | 22 (65%) | 34 |
Hasil uji chi-square menunjukkan nilai p=0,002 (p<0,05), yang berarti terdapat hubungan bermakna secara statistik antara tingkat pengetahuan ibu hamil dengan kepatuhan konsumsi tablet Fe. Nilai Odds Ratio sebesar 3,2 menunjukkan ibu dengan pengetahuan baik memiliki peluang 3,2 kali lebih besar untuk patuh dibandingkan ibu dengan pengetahuan kurang.
4. Pembahasan
Temuan ini memperkuat teori bahwa pengetahuan merupakan salah satu determinan utama perilaku kesehatan menurut model Health Belief. Ibu hamil yang memahami manfaat tablet Fe bagi pencegahan anemia dan dampaknya terhadap tumbuh kembang janin cenderung memiliki motivasi lebih tinggi untuk patuh mengonsumsi tablet secara rutin, meskipun mengalami efek samping ringan seperti mual.
“Edukasi gizi kehamilan yang disampaikan secara personal dan berulang pada setiap kunjungan ANC terbukti lebih efektif membentuk kepatuhan dibandingkan penyuluhan massal satu arah.”
Selain pengetahuan, observasi lapangan menemukan bahwa cara penyampaian informasi turut berperan. Ibu hamil yang mendapatkan konseling langsung dari bidan disertai demonstrasi cara mengurangi efek samping (misalnya mengonsumsi tablet Fe malam hari disertai vitamin C) menunjukkan kepatuhan lebih tinggi dibandingkan yang hanya menerima tablet tanpa penjelasan. Hal ini menegaskan pentingnya peran aktif bidan sebagai edukator, bukan sekadar penyedia layanan distribusi obat.
Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya integrasi edukasi gizi berbasis konseling individual dalam setiap kunjungan antenatal care, serta pemanfaatan media edukasi visual seperti leaflet dan video pendek untuk memperkuat pemahaman ibu hamil, khususnya pada kelompok dengan tingkat pendidikan formal yang lebih rendah.
6. Implikasi bagi Praktik Kebidanan
Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi bidan di layanan antenatal untuk tidak sekadar membagikan tablet Fe secara pasif, melainkan menyertakan sesi konseling singkat pada setiap kunjungan yang menjelaskan manfaat, cara konsumsi yang tepat, serta strategi mengatasi efek samping. Pendekatan ini terbukti lebih efektif membentuk kepatuhan dibandingkan distribusi tablet tanpa penjelasan memadai.
Bidan juga dapat memanfaatkan momentum kunjungan rumah oleh kader posyandu untuk memantau sisa tablet Fe sebagai bentuk pengawasan tidak langsung, sekaligus menjadi kesempatan mengulang edukasi bagi ibu hamil yang belum sepenuhnya memahami pentingnya suplementasi zat besi selama kehamilan.
5. Kesimpulan
Terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan ibu hamil dengan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah. Peningkatan pengetahuan melalui edukasi terstruktur dan berkelanjutan menjadi strategi penting untuk menekan prevalensi anemia kehamilan di wilayah kerja Puskesmas.
Daftar Pustaka
- Kementerian Kesehatan RI. (2023). Laporan Riset Kesehatan Dasar. Jakarta: Kemenkes RI.
- Fitriyani, N. A. (2023). Kepatuhan konsumsi tablet Fe pada ibu hamil. Jurnal Gizi Kesehatan, 11(1), 33–41.
- Ulfah, M. (2022). Peran konseling gizi terhadap kepatuhan ibu hamil. Jurnal Kebidanan Nusantara, 6(2), 77–85.
- WHO. (2020). Daily Iron Supplementation in Pregnant Women. Geneva: WHO Press.
- Anggraini, D. (2021). Determinan anemia pada kehamilan trimester lanjut. Jurnal Ilmu Kebidanan, 5(1), 12–20.
- Sari, Y. (2023). Efektivitas media edukasi terhadap kepatuhan suplementasi besi. Jurnal Promosi Kesehatan, 8(2), 60–69.