1. Pendahuluan

Anemia kehamilan trimester III merupakan kondisi yang perlu mendapat perhatian khusus karena berkaitan langsung dengan kesiapan ibu menghadapi persalinan. Kadar hemoglobin yang rendah menjelang persalinan meningkatkan risiko perdarahan post partum, kelahiran prematur, dan berat bayi lahir rendah, yang pada akhirnya berkontribusi terhadap angka kematian ibu dan bayi.

Berbagai faktor secara teoretis berkontribusi terhadap kejadian anemia pada trimester akhir kehamilan, mulai dari faktor obstetri seperti jarak kehamilan dan paritas, faktor gizi seperti status Lingkar Lengan Atas (LiLA), hingga faktor pelayanan kesehatan seperti kepatuhan kunjungan Antenatal Care (ANC). Namun demikian, kontribusi relatif masing-masing faktor tersebut pada populasi tertentu masih memerlukan kajian empiris lebih lanjut.

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor dominan yang berhubungan dengan kejadian anemia pada ibu hamil trimester III di wilayah kerja Puskesmas binaan, sebagai dasar penyusunan program pencegahan anemia yang lebih tepat sasaran.

2. Metode Penelitian

Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan case control. Data diambil dari rekam medis ibu hamil trimester III periode 2023–2024 di dua Puskesmas wilayah binaan, terdiri atas 45 kasus (Hb<11 g/dL) dan 45 kontrol (Hb≥11 g/dL) yang dipilih menggunakan teknik matching berdasarkan usia.

Variabel independen yang diteliti meliputi jarak kehamilan, paritas, status gizi berdasarkan LiLA, dan frekuensi kunjungan ANC. Analisis data dilakukan secara bertahap menggunakan uji chi-square untuk analisis bivariat, dilanjutkan dengan regresi logistik berganda untuk mengetahui faktor yang paling dominan berhubungan dengan kejadian anemia.

3. Hasil Penelitian

Analisis bivariat menunjukkan seluruh variabel yang diteliti memiliki hubungan bermakna dengan kejadian anemia (p<0,05). Hasil analisis multivariat regresi logistik disajikan pada tabel berikut.

VariabelAdjusted OR95% CINilai p
Jarak kehamilan <2 tahun3,81,6–9,10,003
Status gizi kurang (LiLA<23,5cm)3,21,4–7,50,006
ANC <4 kali2,91,2–6,80,014

Ketiga variabel tersebut terbukti menjadi prediktor independen kejadian anemia trimester III setelah dikontrol variabel lainnya, dengan jarak kehamilan pendek sebagai faktor yang memiliki kekuatan hubungan paling besar.

4. Pembahasan

Jarak kehamilan yang terlalu pendek tidak memberikan waktu cukup bagi tubuh ibu untuk memulihkan cadangan zat besi yang terkuras selama kehamilan dan persalinan sebelumnya, sehingga meningkatkan risiko anemia pada kehamilan berikutnya. Temuan ini konsisten dengan berbagai penelitian yang menekankan pentingnya perencanaan jarak kehamilan minimal dua tahun sebagai bagian dari strategi kesehatan reproduksi.

“Anemia trimester III bukan kejadian mendadak, melainkan akumulasi defisit gizi yang seharusnya dapat dideteksi dan dicegah sejak kunjungan ANC pertama.”

Status gizi ibu berdasarkan LiLA yang buruk mencerminkan cadangan energi dan zat gizi mikro yang rendah sebelum kehamilan, sehingga kebutuhan zat besi yang meningkat drastis pada trimester III tidak dapat terpenuhi secara optimal dari asupan maupun cadangan tubuh. Sementara itu, rendahnya frekuensi kunjungan ANC berkontribusi terhadap terlambatnya deteksi dini anemia dan intervensi suplementasi zat besi yang seharusnya dapat dilakukan lebih awal.

Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan preventif terintegrasi yang mencakup konseling perencanaan kehamilan, skrining status gizi pra-konsepsi, dan penguatan kepatuhan kunjungan ANC minimal enam kali sesuai standar terbaru, guna menurunkan prevalensi anemia pada trimester akhir kehamilan.

6. Implikasi bagi Praktik Kebidanan

Bagi bidan di layanan antenatal, temuan ini menegaskan pentingnya penilaian risiko anemia secara komprehensif sejak kunjungan pertama, tidak hanya melalui pemeriksaan kadar hemoglobin tetapi juga melalui penggalian riwayat jarak kehamilan dan status gizi ibu. Ibu hamil dengan kombinasi faktor risiko tersebut perlu mendapatkan pemantauan hemoglobin lebih sering dibandingkan jadwal standar.

Konseling perencanaan keluarga pasca persalinan juga perlu diperkuat sebagai bagian dari asuhan nifas, mengingat pengaturan jarak kehamilan minimal dua tahun terbukti berkontribusi signifikan terhadap penurunan risiko anemia pada kehamilan berikutnya.

5. Kesimpulan

Jarak kehamilan pendek, status gizi kurang, dan rendahnya frekuensi kunjungan ANC merupakan faktor dominan yang berhubungan dengan kejadian anemia pada ibu hamil trimester III. Intervensi preventif perlu difokuskan pada ketiga faktor tersebut. Temuan ini juga diharapkan dapat memperkaya bahan ajar praktik klinik kebidanan di lingkungan AKBID WKM maupun institusi pendidikan kebidanan sejenis, sekaligus menjadi rujukan bagi penyusunan kebijakan layanan kesehatan primer yang lebih responsif terhadap kebutuhan ibu dan keluarga.

Keterbatasan Penelitian. Penelitian ini menggunakan data sekunder rekam medis sehingga beberapa variabel perancu seperti asupan makanan harian dan tingkat aktivitas fisik ibu tidak dapat dikontrol secara penuh. Desain kasus kontrol yang digunakan juga memiliki keterbatasan dalam menetapkan hubungan sebab-akibat secara pasti dibandingkan desain kohort prospektif. Penelitian lanjutan dengan desain kohort dan jumlah sampel lebih besar disarankan untuk memperkuat bukti kausalitas antara faktor risiko yang teridentifikasi dengan kejadian anemia trimester III, serta mempertimbangkan variabel tambahan seperti riwayat penyakit infeksi dan kepatuhan konsumsi tablet Fe secara lebih rinci.

Daftar Pustaka

  1. Anggraini, D. (2024). Determinan anemia trimester III di layanan primer. Jurnal Ilmu Kebidanan, 7(1), 15–24.
  2. Kementerian Kesehatan RI. (2022). Pedoman Pencegahan dan Penanggulangan Anemia pada Ibu Hamil. Jakarta: Kemenkes RI.
  3. Fitriyani, N. A. (2023). Hubungan jarak kehamilan dengan kadar hemoglobin. Jurnal Gizi Kesehatan, 11(2), 70–78.
  4. WHO. (2021). Anaemia in Women and Children. Geneva: WHO Global Health Observatory.
  5. Ulfah, M. (2022). Kepatuhan ANC dan deteksi dini anemia kehamilan. Jurnal Kebidanan Nusantara, 6(1), 40–49.
Cara Mengutip Dewi Anggraini, S.Tr.Keb., M.Kes (2024). Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kejadian Anemia pada Ibu Hamil Trimester III. eJournal AKBID WKM, 5(1), 24-35.