1. Pendahuluan

Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan memberikan manfaat optimal bagi tumbuh kembang bayi maupun kesehatan ibu. Namun demikian, capaian ASI eksklusif di berbagai wilayah Indonesia masih di bawah target, dengan berbagai faktor turut memengaruhi, salah satunya adalah dukungan keluarga khususnya suami.

Suami memiliki peran strategis sebagai pengambil keputusan dalam rumah tangga sekaligus sumber dukungan emosional bagi ibu menyusui. Dukungan suami dapat berupa dukungan emosional seperti memberikan semangat, dukungan informasional seperti mengingatkan jadwal menyusui, maupun dukungan instrumental seperti membantu pekerjaan rumah tangga agar ibu memiliki waktu cukup untuk menyusui.

Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara dukungan suami dengan keberhasilan pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas binaan, sebagai dasar penguatan program edukasi laktasi yang melibatkan peran suami secara aktif.

2. Metode Penelitian

Penelitian menggunakan desain cross sectional pada 75 pasangan ibu-suami yang memiliki bayi usia 6–12 bulan di wilayah kerja Puskesmas binaan periode Januari–Maret 2024, dipilih menggunakan teknik purposive sampling.

Dukungan suami diukur menggunakan kuesioner 15 item yang mencakup tiga dimensi dukungan (emosional, informasional, instrumental), dikategorikan menjadi tinggi dan rendah berdasarkan nilai median. Keberhasilan ASI eksklusif ditentukan berdasarkan riwayat pemberian ASI tanpa makanan/minuman tambahan selama enam bulan, dikonfirmasi melalui wawancara dan buku KIA. Analisis data menggunakan uji chi-square dengan taraf signifikansi 0,05.

3. Hasil Penelitian

Distribusi dukungan suami dan keberhasilan ASI eksklusif responden disajikan pada tabel berikut.

Dukungan SuamiASI Eksklusif BerhasilTidak BerhasilTotal
Tinggi32 (84%)6 (16%)38
Rendah15 (41%)22 (59%)37

Hasil uji chi-square menunjukkan nilai p=0,001 (p<0,05) yang berarti terdapat hubungan bermakna antara dukungan suami dengan keberhasilan ASI eksklusif. Nilai Odds Ratio sebesar 4,1 menunjukkan ibu dengan dukungan suami tinggi memiliki peluang 4,1 kali lebih besar berhasil memberikan ASI eksklusif dibandingkan ibu dengan dukungan suami rendah.

4. Pembahasan

Dukungan suami berperan penting dalam membentuk lingkungan psikologis yang kondusif bagi ibu menyusui. Dukungan emosional berupa perhatian dan apresiasi dapat menurunkan tingkat stres ibu, yang secara fisiologis berkaitan dengan kelancaran refleks oksitosin dalam produksi ASI. Sementara itu, dukungan instrumental berupa pembagian tugas rumah tangga memberikan ibu waktu dan energi lebih untuk fokus pada proses menyusui.

“Menyusui bukan tanggung jawab ibu semata, melainkan proyek bersama keluarga yang keberhasilannya bergantung pada sistem dukungan di sekitar ibu.”

Dukungan informasional dari suami, seperti mengingatkan jadwal menyusui atau mendampingi ibu pada kelas edukasi laktasi, turut berkontribusi terhadap konsistensi ibu dalam memberikan ASI eksklusif. Temuan ini sejalan dengan berbagai penelitian yang menempatkan keterlibatan ayah sebagai salah satu determinan penting keberhasilan menyusui di berbagai budaya.

Implikasi praktis penelitian ini adalah perlunya program edukasi laktasi yang tidak hanya menyasar ibu hamil dan ibu menyusui, tetapi juga melibatkan suami secara aktif melalui kelas edukasi laktasi berpasangan, sehingga suami memiliki pemahaman dan keterampilan yang memadai untuk memberikan dukungan yang tepat.

6. Implikasi bagi Praktik Kebidanan

Bidan dapat mendorong keterlibatan suami sejak masa kehamilan dengan mengundang mereka hadir pada kelas edukasi laktasi atau minimal menyampaikan materi edukasi yang dapat dibagikan ibu kepada suami di rumah. Pendekatan berbasis pasangan ini terbukti lebih efektif membentuk lingkungan pendukung menyusui dibandingkan edukasi yang hanya menyasar ibu secara individual.

Pada kunjungan nifas, bidan juga dapat secara eksplisit menanyakan bentuk dukungan yang telah diterima ibu dari suami dan keluarga, sehingga dapat mengidentifikasi ibu-ibu yang berisiko kurang mendapat dukungan untuk memperoleh pendampingan tambahan.

5. Kesimpulan

Dukungan suami yang tinggi berhubungan signifikan dengan keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Pelibatan suami secara aktif dalam program edukasi laktasi perlu diperkuat sebagai strategi peningkatan cakupan ASI eksklusif. Temuan ini juga diharapkan dapat memperkaya bahan ajar praktik klinik kebidanan di lingkungan AKBID WKM maupun institusi pendidikan kebidanan sejenis, sekaligus menjadi rujukan bagi penyusunan kebijakan layanan kesehatan primer yang lebih responsif terhadap kebutuhan ibu dan keluarga. Dengan demikian, kolaborasi berkelanjutan antara institusi pendidikan, fasilitas layanan kesehatan primer, dan pemangku kebijakan setempat menjadi kunci penting dalam menerjemahkan hasil penelitian ini menjadi perbaikan nyata pada kualitas asuhan kebidanan yang diterima masyarakat. Hal ini penting untuk ditindaklanjuti secara berkelanjutan.

Keterbatasan Penelitian. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional yang mengukur dukungan suami dan keberhasilan ASI eksklusif pada satu titik waktu, sehingga tidak dapat menggambarkan dinamika dukungan suami sepanjang periode menyusui enam bulan. Pengukuran keberhasilan ASI eksklusif juga bergantung pada ingatan responden (recall) yang berpotensi menimbulkan bias informasi. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan desain kohort prospektif dengan pemantauan berkala setiap bulan, serta melibatkan wawancara langsung terhadap suami untuk memperoleh gambaran dukungan yang lebih objektif dan tidak hanya berdasarkan persepsi ibu semata.

Daftar Pustaka

  1. Marlina, R. (2023). Peran dukungan keluarga terhadap keberhasilan ASI eksklusif. Jurnal Kebidanan Indonesia, 12(2), 45–53.
  2. Kementerian Kesehatan RI. (2021). Pedoman Peningkatan Pemberian ASI Eksklusif. Jakarta: Kemenkes RI.
  3. Ramadhan, F. (2022). Keterlibatan ayah dalam mendukung ibu menyusui. Jurnal Keperawatan Keluarga, 6(1), 30–38.
  4. WHO/UNICEF. (2021). Global Breastfeeding Scorecard. Geneva: WHO Press.
  5. Rahmawati, S. (2023). Hubungan dukungan sosial dengan lama pemberian ASI. Jurnal Gizi Kesehatan, 11(2), 80–88.
Cara Mengutip Rina Marlina, S.ST., M.Keb, Ns. Fajar Ramadhan, S.Kep (2024). Hubungan Dukungan Suami dengan Keberhasilan Pemberian ASI Eksklusif. eJournal AKBID WKM, 5(2), 60-72.